Jumat, 22 November 2013

Film Black Hawk Down : Kisah Nyata Tentara Elit Amerika Dipermalukan


Pernah nonton film “Black Hawk Down”..? Yang memperlihatkan jatuhnya dua helikopter militer Amerika, UH-60 Black Hawk setelah ditembak jatuh oleh gerilyawan Somalia yang bersenjatakan sederhana. Puing-puing helikopter berikut pilot dan krunya lantas menjadi sasaran empuk kemarahan massa warga ibukota Somalia, Mogadishu.
Film itu diambil dari peristiwa nyata Pertempuran Mogadishu tahun 1993 antara tentara Amerika melawan gerilyawan Somalia klan Habr Gidr. Dipimpin oleh Muhammad Farah Aidid, gerilyawan Somalia melengserkan tampuk kekuasaan Presiden Somalia keempat, Siyaad Bare.
Pada tanggal 3 Oktober 1993, militer Amerika mengerahkan pasukan sebesar-besarnya untuk menangkap ataupun membunuh Aidid. Pasukan serbu itu terdiri dari operator pasukan elit US Delta Force yang konon katanya melegenda di dunia militer, tentara Ranger, pararescuemen Angkatan Udara, unit tempur Angkatan Udara, pasukan khusus Navy SEAL, dan Resimen Operasi Khusus Penerbangan 160.
Pasukan sebesar itu diprediksi hanya akan membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk melakukan operasi. Tapi di luar dugaan, pertempuran justru memanjang hingga 2 hari, tanggal 3-4 Oktober.
Semula operasi militer yang dimulai dengan lancar, memburuk setelah dua helikopter canggih Black Hawk ditembak jatuh oleh roket RPG. Konon, rumor mengatakan salah satu penembak adalah Zachariah al Tunisi, seorang anggota milisi yang dikemudian hari bergabung dalam Tandzim Jihad al Qaeda lalu gugur syahid di Afghanistan pada November, 2001.
Beberapa tentara yang terluka terkepung di perkotaan dan bersembunyi di beberapa gedung. Sementara yang lain terkunci posisinya, terisolasi di tengah-tengah kepungan milisi bersenjata dan warga Mogadishu yang terbakar amarah.
18 tentara Amerika tewas, 73 lainnya terluka dan 1 orang kru Black Hawk ditawan. PBB kemudian secara terpaksa membantu misi Amerika tersebut. Akan tetapi pada tanggal 24 April 1994, Boutros Ghali (Sekjen PBB di masa itu) mendeklarasikan kekalahan dan menyatakan bahwa Misi PBB sudah berakhir disana. Kekalahan itu diikuti oleh tentara Amerika yang kemudian menarik mundur pasukannya dari sana.
Misi Amerika di Somalia oleh banyak pengamat dipandang telah gagal. Beredarnya gambar dan foto jasad tentara Amerika yang tewas yang diseret-seret di jalanan Mogadishu telah membangkitkan kemarahan publik Amerika. Pemerintah kala itu akhirnya semakin tertekan.
Dan merupakan sebuah kebetulan yang patut kita syukuri, Oktober 2013 ini kita bisa menyaksikan hadiah menakjubkan berupa kebangkrutan ekonomi Amerika dan ditutupnya sebagian pemerintahannya. [arkan/ wiki/ islamicstateofsomalia]

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar