Jumat, 09 Maret 2012

Warning Buat Cowok Playboy

 

Ah, punya gandengan sebiji, sekarang mah udah ketinggalan jaman. Nggak heran dong kalo anak cowok punya banyak koleksi ‘sephia’. Hati-hati, jangan sampe kamu termasuk aktivisnya.
Bro en sis, jaman berubah, cerita cinta pun bertambah heboh. Kisah romantis dua sejoli, rasanya udah nggak laku lagi. Berganti dengan kisah petualangan cinta yang lebih seru. Kalo kamu nonton sinetron-sinetron remaja di televisi, rasanya mudah untuk menemukan kisah cinta ‘keroyokan’. Sang cowok punya banyak cewek yang jadi kekasihnya. Entah siapa yang benar-benar menjadi kekasih sejatinya. Karena semua wanita menjadi idamannya. Hehehe.. ini sih namanya cowok tipe setia alias ‘setiap tikungan ada’ cewek gacoannya. Jengkang!
Hmm… jangan salah, dalam kehidupan nyata pun kebiasaan seperti itu boleh jadi udah melekat erat, alias nggak bisa dipisahkan dari budaya kita. Orang kate, seperti sudah tradisi. Bener. Sebab, nggak berlebihan dong kalo kenyataan itu udah jadi legalitas formal yang aktivisnya tak perlu merasa kudu disalahkan. Hasilnya, kini tumbuh subur para petualang cinta karbitan. Ada yang memang jalan hidup, tapi nggak sedikit juga yang cuma iseng doang.
Sobat muda muslim pembaca setia gaulislam, kalo dipikir-pikir, kenapa sih anak cowok doyan ngelaba alias jadi playboy? Repot nggak sih ngatur jadwal wakuncarnya? Kalo pertanyaan ini ditujukan untuk kaum cowok, bukan berarti anak cewek pada alim semua. Ada aja sih satu atau dua (ribuan, hehehe) mah anak puteri yang begitu. But, dibanding sepak terjang anak cowok, anak puteri masih kalah jauh prestasinya dalam urusan ngelaba ini.
Gue laku neh!
Anak cowok yang doyan ngelaba, secara tidak langsung doi sedang memproklamirkan siapa dirinya. Mengaktualisasikan posisi dirinya di mata orang lain. Itu sebabnya, meski mereka tidak teriak “Gue laku!”, orang bisa membaca dari tingkah laku. Tul nggak?
Itu sebabnya, harap hati-hati dengan pesona yang kita miliki. Kalo kebetulan wajah kamu campuran antara Afgan, Vidi Aldiano, Won Bin ama Jo In Sung, jangan ke-geer-an dengan mengobral tampang manismu ke mana-mana. Bisa-bisa anak cewek salah tafsir. Begitu pula kalo kamu punya tampang se-cute Song Joong Ki, segagah Jung Woo Sung dan bisa main bola kayak David Beckham, jangan terlalu mengumbar pesona. Hati-hati, soalnya bagi kebanyakan kaum Hawa, tampang yang begitu bisa bikin jantung berdegup dua kali lebih kenceng (hati-hati copot bisa tamat dah!). Suer, tampang kamu yang seperti itu bisa bikin para cewek histeris. Tak mustahil bila kemudian mereka ingin memburu kamu dan menobatkan sebagai cowok idaman. Tentu sesuai dengan kriteria ideal para cewek itu.
Jadi, bagi kamu yang punya tampang sebelas dua belas dengan Hyun Bin, biasanya banyak pecicilan, alias banyak tingkah (umumnya sih, nggak semua). Nggak boleh deket cewek, rasanya gatel banget kalo nggak jual pesona. Mulai dari sekadar bertanya nekat, sampe nge-date segala. Anak cowok yang doyan ngelaba, tentunya nggak seru kalo cuma punya satu gandengan. Nah, merasa bahwa tampangnya layak jual, maka ke sana kemari hobinya bikin janji sama banyak cewek. Senin ketemu dengan Nining, selasa janjian ama Salsa, Rabu wakuncar ke rumah si Ratu, Kamis jalan-jalan bareng Lilis, hari Jumat udah asoy mojok bareng Juminten. Hari Sabtu? Udah meluncur ke puncak dengan Sabrina. Entah siapa lagi yang belum kebagian diapelin. Waduh!
Beda banget dengan yang, maaf-maaf aja, ‘layout’ wajahnya setara atau di bawah Emmanuel Adebayor (mantan striker Arsenal yang kini membela Tottenham Hotspur), aduh, udah untung deh ada yang mau juga (tapi kalo kaya raya sih banyak yang mau… duitnya hehe). Apalagi punya tampang model BSC, alias Baru Sembuh Cacingan, bisa-bisa nggak bakalan dilirik sama anak puteri tuh. Termasuk yang kebetulan ‘ditakdirkan’ punya tampang model Romusa, alias Roman Muka Sadis. Wah, dijamin para cewek langsung ngibrit kagak pake nengok lagi. Glodaks!
Nah, ‘penyakit’ yang punya tampang oke biasanya bangga, lalu geer, terus suka pamer deh. Maklum saja, memiliki pesona yang aduhai, siapa yang nggak seneng. Bisa-bisa diobral tuh kalo yang nggak kuat iman mah. Maka, jangan aneh kalo banyak anak cowok yang terjerumus masuk ke dalam jamaahnya para playboy, alias tukang ngelaba. Hobinya gonta-ganti pasangan. Menclok sana menclok sini. Nggak bisa ‘teteg’ di satu hati. Pengennya berpindah-pindah aja. Nggak betahan, alias cepet bosen. Itu sebabnya, para playboy itu dikasih cap kelinci. Katanya sih, karena kelinci suka ‘ngelaba’ kemana-mana. **bener nggak sih? (sambil sok mikir)
Emang sih, dikelilingi para wanita dan jadi idola tentu bikin pasaran naik dong. Itu artinya kamu memang laku. Kamu jadi ada alasan untuk mengoleksi sebanyak wanita. Sampe kamu sendiri bingung mana yang pacar kamu, mana yang ‘sephia’ kamu dan mana yang tukang jamu (lha, apa hubungannya?). Memang begitulah penyakit kaum playboy, mungkin karena saking banyaknya wanita yang ia kerjain. Sangat boleh jadi, prinsipnya adalah setia, alias selingkuh tiada akhir. Amit-amit deh!
Sekilas tentang Casanova
Bro en Sis ‘penggila’ gaulislam, ngomongin soal playboy, selalu identik dengan sosok Casanova. Nah, dalam dunia cinta ada legenda petualang cinta yang (nggak boleh) diteladani, salah satunya adalah Cassanova. Pria ini emang mahir banget ngelabain para wanita.
Giacomo Girolamo Casanova lahir di Venice, 2 April 1725. Ortunya adalah aktor. Ayahnya bernama Gaetano Giuseppe Casanova dan ibunya Zanetta (Maria Farussi). Kehidupan ortunya sebagai aktor membuatnya sering ditinggal sendirian, ketika ortunya harus mengadakan perjalanan ke luar kota. Casanova kecil adalah termasuk anak yang rentan terhadap penyakit.
Tahun 1733, saat usianya menginjak 8 tahun, ayahnya meninggal dunia. Setahun kemudian, Casanova dikirim ke wilayah Padua, di sana ia belajar bersama Dr. Gozzi. Di sinilah ia memulai petualangan cintanya. Di usia yang sangat belia udah menunjukkan ‘bakat’ ngelabanya. Casanova jatuh cinta kepada adik perempuan DR Gozzi, Bettina namanya. Inilah pelajaran pertamanya tentang wanita.
Casanova kian berani dalam petualangan cintanya. Pada tahun 1940, pada usianya yang baru menginjak 15 tahun, ia sudah mengukir kisah-kasih bersama Teresa Imer, Nanetta dan Marta Savorgnan, serta Giuletta sekaligus. Benar-benar cowok cap kelinci!
Bulan Januri 1741, Casanova menerima tawaran untuk mempelajari hal yang berkaitan dengan kehidupan gereja. Setidak-tidaknya, ‘penyakit’ ngelabanya sedikit mereda. Bahkan ia sempat memutuskan untuk berkarir di gereja. Casanova pernah menjadi pendeta.
Meski sudah wara-wiri di gereja sekitar dua tahun, rupanya Casanova belum bisa melupakan kebiasaan lamanya. Bulan Mei 1744 Casanova berkunjung ke Roma, singgah sebentar di Naples. Ia bertemu dengan Donna Lucrezia dan suaminya, juga adik perempuan Lucrezia. Celakanya, Casanova justru terlibat skandal seks dengan Lucrezia. Konyolnya, setelah peristiwa itu, Casanova kembali ke kehidupan gereja sebagai skretaris Cardinal Acquaviva, keuskupan duta besar Spanyol. Antara tahun 1750-1760, Casanova sempat bolak-bolak Venice-Paris, bahkan sempat pula mukim di Belanda. Selama itu, ia berkarir sebagai pendeta, tentara, juga pemain biola. Pernah pula doi menjadi anggota Lyons Club-nya gerakan Freemasonry.
Banyak orang megenang Casanova sebagai petualang cinta, bahkan sebagian kalangan memberinya label sebagai ‘pahlawan erotis’ paling terkenal di dunia. Maklum saja, selama hidupnya, seperti yang tertulis dalam memoirnya, Casanova telah ‘bercinta’ dengan 122 wanita dari berbagai negara! Tanggal 4 Juni 1798, Casanova menghembuskan napas terakhirnya, sekaligus mengakhiri petualangan cintanya yang menghebohkan dunia itu.
Having fun?
Ada juga anak cowok yang ngelaba cuma karena pengen seneng-seneng aja. Sekalian ngejajal kesetiaan para cewek padanya. Tapi biasanya, nyang model gini mah cepet padam. Nggak banyak-banyak amat yang melakukannya. Meski demikian, tetep kudu diakui bahwa alasan ngelabanya karena having fun doang ternyata ada juga pelaku aktifnya. Khususnya mereka yang masih memakai seragam sekolah.
Untuk golongan ini mah, biasanya mereka nggak terlalu mikirin apakah dengan melakukan ngelaba itu derajatnya bakal terkatrol or malah sebaliknya. Umumnya mereka nggak terlalu pusing dengan predikat-predikat begituan. Modal tampang juga nggak terlalu jadi ukuran. Nyang penting asyik. Sekali lirik oke sajalah. Itu saja.
Tapi inget lho, bagi kamu-kamu yang terlanjur jadi ‘murid’ Don Juan dan Casanova, jangan merasa aman-aman saja dengan kelakuan burukmu. Potensi dirimu ada batasnya, terus perbuatanmu juga akan dimintai pertanggungjawaban. Allah Swt. berfirman, “…Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai  pertanggungjawaban.” (OS al-lsra’ [17]: 36)
Bro en sis, biarpun alasan ngelaba beda-beda, tetep aja itu aktivitas tercela euy. Sudahlah gaul bebasnya dilarang agama, eh, pake ngerjain para cewek segala. Emang sih, jaman sekarang mah soal ngelaba nggak monopoli anak cowok aja, anak puteri juga banyak yang doyan gonta-ganti pasangan. Biasanya sih cuma dilakukan oleh mereka yang punya daya tawar tinggi; bisa karena kecantikannya, bisa juga karena kekayaannya. Terlepas apakah melakukannya karena ingin dianggap laku, atau sekadar having fun aja, itu nggak jadi soal bagi mereka.
Tapi masalahnya, kita juga kudu taat dengan aturan agama kita. Nggak bisa sembarangan ngutak-atik aturan Islam ini dengan sesuka udel kita. Wong udel kita aja nggak mau kan diutak-atik ama orang lain? Inget sodara-sodara, penampilan fisik mah ada batasnya. Sekarang aja lagi jaya dan gagah, tapi setahun or dua tahun ke depan kamu bisa numpra alias ambruk! Jangankan cuma kita, orang yang jauh lebih kaya, lebih cakep, dan lebih ngetop sekalipun, udah mati mah tetep aja dikubur. Iya nggak? Hehehe… [solihin: Twitter @osolihin | ‘permak’ ulang dari tulisan saya di Majalah Permata, Mei 2003]

Sumber: gaulislam.com

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar